Industry Insight

Bagaimana Pilihan Kata Bisa Merusak atau Mempercantik Pelokalan (Localization)

Pelokalan lebih dari menerjemahkan, tapi juga soal menyesuaikan konten agar pas dengan nuansa budaya, sosial, dan bahasa dari audiens yang dituju.

Pelokalan
Novian
Novian
LinkedinInstagram
Sr. Content Writer

Meet Novian, a Senior Content Writer with a passion for crafting compelling stories. With a background in creative content and a knack for strategic messaging, Novian brings a thoughtful approach to digital storytelling.

Meet Novian, a Senior Content Writer with a passion for crafting compelling stories. With a background in creative content and a knack for strategic m... Show more

Table of Content

Setelah lama berkecimpung di dunia Content Writing, Copywriting, dan UX writing, saya menyadari betapa pentingnya pemilihan kata, terutama dalam pelokalan (localization). Pelokalan bukan cuma soal menerjemahkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain, tapi juga soal menyesuaikan konten agar pas dengan nuansa budaya, sosial, dan bahasa dari audiens yang dituju.

Saya mau sedikit berbagi beberapa pengalaman dan contoh nyata untuk menunjukkan bagaimana perbedaan kecil dalam pilihan kata bisa mengubah efektivitas komunikasi dalam konten yang dilokalkan.

Nuansa Pilihan Kata dalam Pelokalan

aspek penting pelokalan

Selama bertahun-tahun, saya belajar bahwa pelokalan itu lebih dari sekadar terjemahan langsung; hal ini butuh pemahaman mendalam tentang konteks dari kedua bahasa. Pilihan kata sederhana bisa mempengaruhi nada, kejelasan, dan kedekatan konten. Berikut beberapa aspek penting di mana pilihan kata sangat berpengaruh:

  • Sensitivitas Budaya: Kata dan frasa yang biasa saja di satu budaya mungkin bisa menyinggung atau disalahpahami di budaya lain.
  • Akurasi Kontekstual: Kata yang sama bisa punya arti berbeda di konteks yang berbeda, dan memilih yang salah bisa bikin bingung.
  • Nada dan Formalitas: Tingkat formalitas yang diharapkan dalam komunikasi beda-beda di tiap budaya.
  • Ungkapan Idiomatik: Ungkapan-ungkapan ini seringkali nggak bisa diterjemahkan langsung dan butuh padanan lokal untuk menyampaikan makna yang sama.

Contoh 1: Sensitivitas Budaya

Teks Asli Bahasa Inggris:

“Join us for a barbecue and enjoy some delicious pork ribs!”

Dilokalkan untuk audiens Muslim:

“Join us for a barbecue and enjoy some delicious grilled chicken!”

Mengganti “pork ribs” dengan “grilled chicken” menunjukkan rasa hormat terhadap pembatasan diet yang umum di komunitas Muslim, sehingga lebih inklusif dan sensitif terhadap budaya.

Contoh 2: Akurasi Kontekstual

Teks Asli Bahasa Inggris:

“Save now! Our best-selling vacuum cleaner is on sale.”

Dilokalkan untuk audiens Jepang:

“お得なセール!人気の掃除機をお見逃しなく。” (Penjualan hebat! Jangan lewatkan penyedot debu populer kami.)

Frasa “Save now” dilokalisasi jadi “お得なセール” (otoku na sēru) untuk menekankan aspek penjualan, sehingga lebih pas dan nyambung dengan konsumen Jepang.

Contoh 3: Nada dan Formalitas

Teks Asli Bahasa Inggris:

“Hey there! Grab your discount now!”

Dilokalkan untuk audiens Jerman:

“Hallo! Sichern Sie sich jetzt Ihren Rabatt!” (Halo! Amankan diskon Anda sekarang!)

Mengganti “Hey there!” yang santai dengan “Hallo!” yang lebih formal dan “Sichern Sie sich jetzt Ihren Rabatt!” menjaga kesesuaian dengan nada formal yang biasanya diharapkan di Jerman.

Contoh 4: Ungkapan Idiomatik

Teks Asli Bahasa Inggris:

“Don’t miss the boat on this exclusive offer!”

Dilokalkan untuk audiens Spanyol:

“¡No dejes escapar esta oferta exclusiva!” (Jangan biarkan tawaran eksklusif ini lewat begitu saja.)

Mengadaptasi ungkapan idiomatik “Don’t miss the boat” jadi “¡No dejes escapar esta oferta exclusiva!” memastikan urgensi dan eksklusivitas yang dimaksud tersampaikan dengan efektif dalam bahasa Spanyol.

Contoh Pelokalan yang Kurang Baik

Beberapa kasus pelokalan yang buruk menunjukkan dampak dari pilihan kata yang terlewat. Berikut contohnya:

Contoh 1: Slogan Pepsi di Tiongkok

Slogan Asli Bahasa Inggris:

“Pepsi brings you back to life.”

Pelokalan yang kurang baik dalam Bahasa Tiongkok:

“百事可乐带你回到前世。” (Pepsi membawa nenek moyangmu kembali dari kuburan.)

Pesan revitalisasi yang dimaksudkan hilang, malah jadi konotasi yang nggak pas di budaya Tiongkok.

Contoh 2: KFC di Tiongkok

Image taken from ccci.am

Slogan Asli Bahasa Inggris:

“Finger-lickin’ good.”

Pelokalan yang kurang baik dalam Bahasa Tiongkok:

“吃手指好吃。” (Makan jarimu enak.)

Makna asli tentang kelezatan hilang, malah bikin bingung dan kesan yang aneh.

Contoh 3: Parker Pens di Meksiko

Iklan Asli Bahasa Inggris:

“It won’t leak in your pocket and embarrass you.”

Pelokalan yang kurang baik dalam Bahasa Spanyol:

“No te embarazará al bolsillo.” (Itu tidak akan membuatmu hamil di saku.)

Terjemahan yang salah malah bikin pesan jadi rumit dan kurang nyambung, menunjukkan pentingnya pilihan kata yang tepat.

Contoh Pelokalan yang Berhasil

Pelokalan yang berhasil menunjukkan dampak positif dari pilihan kata yang teliti. Berikut beberapa contohnya:

Contoh 1: McDonald’s di India

Nama Produk Asli Bahasa Inggris:

“Big Mac”

Pelokalan untuk pasar India:

“Maharaja Mac”

McDonald’s berhasil melokalkan “Big Mac” untuk pasar India dengan menamainya “Maharaja Mac.” Nama ini cocok banget dengan konsumen India karena “Maharaja” berarti “raja” atau “kekaisaran” dalam bahasa Hindi, menyampaikan kesan besar dan menyiratkan relevansi budaya lokal.

Selain itu, McDonald’s menyesuaikan bahan-bahannya untuk menghormati preferensi budayanya dengan menggunakan ayam atau patty vegetarian daripada daging sapi.

Contoh 5: Google di Brasil

Mesin pencari Google tersedia dalam berbagai bahasa, tapi lokalisasinya lebih dari sekadar terjemahan. Di Brasil, hasil pencarian Google disesuaikan untuk mencerminkan dialek Portugis Brasil dan preferensi konten lokal. Google Maps juga menyediakan informasi lokal, seperti tempat-tempat populer dan bisnis, untuk meningkatkan pengalaman pengguna di Brasil.

Contoh 6: Netflix di Jepang

Tagline Asli Bahasa Inggris:

“Watch anywhere, cancel anytime.”

Pelokalan untuk pasar Jepang:

“いつでもどこでも観る、いつでもキャンセル可能。” (Tonton di mana saja, batalkan kapan saja.)

Netflix melokalkan tagline-nya ke bahasa Jepang dengan efektif, memastikan kejelasan dan menjaga pesan fleksibilitas dan kenyamanan bagi pelanggan Jepang.

Kesimpulan

Contoh-contoh ini menunjukkan betapa pentingnya pilihan kata kecil dalam pelokalan. Perhatian pada detail dan nuansa budaya, kontekstual, dan linguistik sangat penting untuk komunikasi yang efektif dengan audiens internasional.

Tambahan Opini

Pelokalan yang efektif butuh perhatian terhadap detail dan sensitivitas budaya. Menggunakan jasa pelokalan profesional bisa mencegah kesalahpahaman dan membantu kamu berkomunikasi dengan jelas dengan orang-orang di seluruh dunia.

Pelokalan bukan cuma soal menerjemahkan kata-kata; ini soal memahami makna, konteks, dan budaya. Memilih kata yang tepat bisa menghubungkan berbagai budaya, sementara kata yang salah bisa bikin bingung atau bahkan menyinggung. Seiring dunia kita makin terhubung, pelokalan yang akurat dan sadar budaya jadi makin penting dari sebelumnya.

Share project link:
Other Blogs
Pelokalan
Bagaimana Pilihan Kata Bisa Merusak atau Mempercantik Pelokalan (Localization)

Setelah lama berkecimpung di dunia Content Writing, Copywriting, dan UX writing, saya menyadari betapa pentingnya pemilihan....

above the field
Bagaimana “Above the Fold” Mempengaruhi User Experience dalam Website Desain

Kamu mungkin pernah mendengar istilah Fold atau lipatan dalam website atau UX Design. Fold sendiri mengacu pada bagian halaman website yang langsung....

5 Tips untuk Mendelegasikan Pekerjaan Secara Efektif Bagi Para Manajer Baru

Para manajer wajib memiliki kemampuan untuk mendelegasikan pekerjaan. Delegasi sendiri merupakan kemampuan vital yang mungkin bagi....